Sekarang pukul?

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 13 April 2016

Hai teman-teman PAI D UMY 2014, silahkan check link dibawah ini ya...
tugas dari pak Syamsudin, silahkan di kerjakan ;;)

UK 1 BTNK

silahkan baca UU Sistem Pendidikan Nasional ya gaes!

UU SISDIKNAS

Selasa, 12 April 2016

Peran Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga dan Masyarakat


Tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas seseorang, salah satu usaha untukmeningkatkannya yaitu melalui proses penidikan dari tingkat usaha ini sampai pendidikan tinggi dalam lembaga pendidikan.
Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang bertujuan meningkatkan iman seseorang. Penidikan Islam memiliki tiga tahapan kegiatan, yaitu : 1) Tilawah : membaca Al-Qur’an 2) tazkiyah : mensucikan jiwa 3) ta’limul kitab wa sunnah : mengajarkan Al-Kitab dan Al-hikmah. Tujuan pendidikan Islam yaitu meningkatkan iman seseorang agar tidak salah dalammemahami makna Islam yang sesungguhnya, agar seseorang tidak setengah-setengah memahaminya, serta memberi arahan kepada seseorang dalam penampilan, sikap, perilaku  dan amal sehingga menjadi akhlak yang baik. Tiga hal serius yang harus dan konsisten yang diajarkan kepada anak didik adalah : 1) pendidikan aqidah/keimanan : kepercayaan seseorang kepada Allah SWT sang pemilik segalanya, agar seseorang taat terhadapperintahnya dan menjauhi larangannya 2) pendidikan ibadah : pendidikan seperti sholat, puasa dan membaca Al-Qur’an 3) pendidikan Akhlakul Karimah : pendidikan tentang sikap atau perilaku seseorang setiap harinya untuk mencetak generasi yang berakhlakul karimah.

Belajar Islam yuk!


Membentuk Karakter Islam Usia Dini


Model pendidikan anak usia dini memberkan kerangka tmengenai gagasan-gagasan dan praktik guru berbasis perkembangan anak-anak. Banyak model penidikan usia dini yang dapat digunakan oleh para pendidik, salah satunya model pendidikan anak usia dini High/Scope.

Senin, 11 April 2016

Review Film

  Review film “Hafalan sholat Delisa”
Film Hafalan Sholat Delisa adalah sebuah kisah nyata di Aceh. Film ini bercerita tentang pendidikan islam yaitu mengajarkan anak sholat. Film ini berdasarkan novel karya Tere Liye yang bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga bahagia yang didalamnya menanamkan ajaran Islam. Keluarga yang terdiri dari Umi Salamah dan Abi Usman yang dikaruniani empat putri yang cantik an sholehah meraka adalah Alisa Fatimah, Alisa Zahra dan Alisa Aisyah (kembar) dan yang bungu adalah Alisa Delisa.
Setiap sholat, umi Salamah selalu mengajarkan sholat berjama’ah dengan empat putrinya. Abi Usman bekerja sebagai pelaut di salah satu kapal tanker perusahaan minyak asing. Awalnya sibungsu Delisa paling susah untuk dibangunkan bangun shubuh, tapi lama-lama ia bisa bangun lebih dulu dari pada kakaknya Aisyah. Dan setiap sholat jama’ah Aisyah ditugasi oleh Umi Salamah untuk membaca bacaan sholat dengan keras agar Delisa yang disebelahnya dapat mengikuti bacaan sholat itu. Umi Salamah biasa memberikan haiah berupa kalung emas kepada putri-putrinya yang hafal bacaan sholat dengan baik dan benar. Sebelum Delisa hafal bacaan sholat, umi Salamah sudah membelikan kalung emas untuk Delisa sebagai hadiah untuknya.

Selasa, 05 April 2016

arabic word

Selasa, 29 Maret 2016

wanita sholihah

 



Ia mutiara terindah dunia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya
Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga
Terindah dari yang ada

Bidadari yang kulitnya putih,
matanya jeli dan lebar,
rambutnya berkilai seperti sayap burung nasar
Kelembutannya seperti kelembutan kulit telur

Gadget belum bisa digantikan buku pelajaran

JAKARTA - Di zaman yang serba digital, anak sekolah kian akrab menggunakangadget sebagai media pembelajaran. Meski demikian, buku pelajaran diyakini belum bisa tergantikan dengan keberadaan gadget.
"Era digital memang mengubah industri grafika di Tanah Air, namun segmen penerbitan masih ada terutama buku pelajaran," ujar Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PGGI) Jimmy Juneanto dalam konferensi pers di Politeknik Negeri Media Kreatif di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (16/3/2016).
Dia mengatakan era digital membuat industri penerbitan mengalami penurunan mulai dari pemasangan iklan, sirkulasi koran, majalah, dan lain sebagainya. Bahkan, lanjut dia, banyak koran dan majalah yang terpaksa gulung tikar.
"Namun, ini bukan akhir dari industri grafika. Terbukti Indonesia masih menjadi tamu kehormatan di Book Fair yang diselenggarakan di Jerman, artinya buku yang topiknya menarik masih ada yang membaca. Sampai sekarang buku pelajaran juga belum tergantikan. Gadget masih belum bisa menggantikan buku pelajaran, butuh waktu sampai 10 tahun ke depan," paparnya.
Jimmy tidak menampik, trennya ke depan adalah buku pelajaran bisa diakses melalui gadget. Untuk mengatasi persoalan itu, sambung dia, pelaku industri grafika harus sering melakukan inovasi misalnya dengan seringnya mengganti kemasan untuk mendorong minat pembeli.
Sementara itu Wakil Direktur Bidang Kerjasama Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia), Misbach Fikrianto, mengatakan kampusnya mempunyai tanggung jawab untuk menghasilkan SDM yang terampil di industri grafika supaya Indonesia tak kalah bersaing.
Salah satu upayanya, ujar Misbach, dengan menyelenggarakan The International Conference NPES-ICC Color Management 2016 dengan tema Making A Future with Color Management. Di sini peserta bisa belajar dan memperdalam manajemen warna di industri grafika. Sedangkan mahasiswa Polimedia dipersiapkan SDM-nya agar siap terjun di dunia grafika dengan memberikan berbagai pelatihan, workshop, seminar, magang untuk mengasah kemampuan mereka.
(rfa)


sumber : http://news.okezone.com/read/2016/03/16/65/1337528/gadget-belum-bisa-gantikan-buku-pelajaran

Selasa, 02 Juni 2015

Buat Aku Tersenyum

Datanglah sayang, dan biarkan ku berbaring
Di pelukanmu, walaupun ‘tuk sejenak…
Usaplah dahiku dan ‘kan kukatakan semua

Reff:
Bila ku lelah tetaplah di sini
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bila ku marah biarkanku bersandar
Jangan kau pergi untuk menghindar

Rasakan resahku dan buat aku tersenyum
Dengan canda tawamu, walaupun ‘tuk sekejap…
Kar’na hanya engkaulah yang sanggup redakan aku

Reff:
Kar’na engkaulah satu-satunya untukku
Dan pastikan kita selalu bersama
Kar’na dirimulah yang sanggup mengerti aku
Dalam susah ataupun senang…

Bridge:
Dapatkah engkau s’lalu menjagaku
Dan mampukah engkau mempertahankanku…
http://musiklib.org/Sheila_On_7-Buat_Aku_Tersenyum-Lirik_Lagu.htm

Senin, 01 Juni 2015

Jurnal Pendidikan Agama Islam

·         Judul Jurnal               : Konsep Khilafah dalam Islam dan Implikasinya Terhadap         Ranah Pilitik dan Hukum       

·         Penulis Jurnal            : Atha’ Fadlullah (mahasiswa S2 UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta)

·         Sumber Jurnal           : Buku Jurnal Islam Refleksi volume 8 no. 1 Januari 2008

          Islam merupakan agama universal, segala permasalahan dalam kehidupan sudah dibahas didalamnya. Salah satunya mengenai hakikat manusia dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist. Bahwasanya manusia diciptakan Allah swt sebagai khalifah di bumi, itulah hakikat yang sudah mutlak ada dalam diri manusia.
          Kata khalifah sendiri merupakan bentuk jamak dari kata khilafah  yang antara lain memiliki definisi imarah (memerintah) dan mengandung makna kasrah (banyak) serta pemimpin yang agung (al-sultan al-azim).
Penulis jurnal ini mengambil teori antara lain milik Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud, Syaikh Ismail al-Birusawi, dan Musthafa al-Maraghi. Dijelaskan bahwa khilafah memiliki fungsi untuk memperbaiki generasi sebelumnya menjadi generasi yang lebih baik ke depannya.
Permasalahan yang disoroti disini adalah pengaruh atau keterkaitan konsep kepemimpinan dalam islam terhadap politik dan hukum. Ditilik dari firman-firman Allah swt dalam Al-Qur’an tidak dijelaskan secara tersurat mengenai kepemimpinan manusia dalam bidang politik dan hukum. Manusia hanya dituntut untuk membina interaksi antara manusia, sesama makhluk hidup, dan alam lingkungannya agar dapat hidup harmonis.
Sejatinya, kehidupan politik dan hukum di Indonesia saat ini memang sedang mengalami degradasi moral. Banyaknya praktik KKN mengakibatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah cenderung turun dan bahkan mengakibatkan masyarakat cenderung bersifat apatis.
Menyikapi fenomena tersebut, bapak Atha ini memberikan sumbangsih guna mengatasi masalah tersebut. Hal pertama yang harus kita ingat sebagai khilafah adalah kita ini memiliki ikatan perjanjian dengan Allah swt dan disisi lain kita juga memiliki perjanjian dengan masyarakat.
Seorang khilafah yang baik tentunya akan menaati ikatan tersebut yang kemudian diimplementasinya dapat diihat dari perilaku pemimpin yang adil, jujur, amanah, menepati janji, memiliki keberanian, kesabaran, kekuatan, kasih sayang, dapat mengendalikan diri dan memiliki rasa malu, serta bertaqwa pada Allah swt. Jika para khilafah di Indonesia, dan di dunia pada umumnya menanamkan sikap seperti yang telah diuraikan diatas, niscaya kehidupan politik dan hukum di Indonesia juga akan maju karena dipimpin oleh para khilafah yang sesuai dengan perintah Allah swt.
Pada akhirnya, sebagai penutup review ini, kritik dan saran yang dapat saya berikan adalah kajian materi dalam jurnal ini akan lebih baik lagi jika ditambah, terutama sumber-sumber dari tokoh asli Indonesia, baik itu ulama maupun sosok khilafah yang berintegritas. Alangkah lebih baik juga jika bunyi ayat yang menjadi landasan jurnal ini dituliskan, jadi tidak hanya kutipan surat dan ayatnya saja.



It’s Me

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU6zRx7LsSQZO0v9OchtsRgRBdEnO9G-2tLFy0qE2IGnX7WcF7yiziTBbRW1XZtS3WTSHwHMkAt-qdnOeNPHYHmW6s8C-8zeOpjdR1RGiyOvaLduSst57ODQPlRU2DrcrQHXteMAnG2V3N/s320/10950723_770550879699439_6569206515292409391_n.jpg

 Assalamu'alaikum...
Hallo, namaku Putri Anis Sakinah. Kalo kata orang tuaku sih artinya perempuan yang tenang, ya mungkin ini do'a orang tuaku agar aku menjadi wanita yang tenang, dan Alhamdulillah sekarang sudah terwujud ya bah, bukmuehehehehe :p Aku lahir Di Pekalongan, tanggal 23 Juni 1996 (eh btw bentar lagi loh, dan buat kamu iya kamu yang udah tau wajib banget ngasih kado hahaha). Oh iya gaes, pas aku kelas 1 SD semester 2 aku transmigrasi ke Desa Lowa Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang (tempat tinggalku sekarang) ini karena utusan dari abahku, ya namanya juga anak mau gimanapun juga harus ikut orang tua walaupun 

            Sebenarnya sedih harus ninggalin teman-temanku di pekalongan :(
Singkat ceritaaaaa, langsung ke zaman MTs aja ya gaes. Jadi gini gaes ceritanya, dulu pas MTs aku dipaksa "mondok" sama abah dan ibukku. Rasanya sedih pingin nangis banget tapi apalah dayaku hanya seorang anak yang mempunyai kewajiban untuk membahagiakan kedua orang tua. Akhirnya aku turutin aja, toh nanti kalo nggak betah bisa minta boyong(pindah).
Setelah aku diantarkan keluarga ke pesantren baruku yaitu Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes Jawa Tengah, aku tiba-tiba merasa sangat tidak nyaman dengan tempat yang akan aku tinggali selama 3 tahun kedepan. Hampir setiap malam aku nangis karena belum betah dan pingin pulang. Yang aku rasakan saat itu, aku rindu perhatian dan kasih sayang ibuk dan abahku dirumah, nyesel banget pas dirumah aku selalu membuat mereka marah entah itu karena sifat marahku yang setiap keinginanku nggak diturutin oleh mereka aku memilih untuk membanting pintu kamar, saat itu rasanya aku ingin sekali meminta maaf dan memeluk mereka dalam-dalam tapi apalah dayaku, aku harus menunggu 2 minggu kedepan untuk bertemu dengan ibuk dan abahku.
Hari-hari pertama dipondok aku rasakan dengan penuh kesedihan, hampir setiap malam aku nangis dan pingin pulang. Saking rindunya, aku menulis tulisan di lemari "AKU NGGAK BETAH" tapi aku berfikir kembali, gimana kalo abah dan ibukku datang lalu melihat tulisan ini, apa aku tidak menambah kesedihan mereka? akhirnya aku memilih untuk menghapusnya dan menggantinya dengan tulisan "INGAT TUJUAN DARI RUMAH".
Aku suka bergaul dengan siapa saja, karena bagiku semua ciptaan Allah itu sama. Aku memiliki banyak teman baik di sana, pas kelas 1 MTs aku ditempatkan di komplek Al-Husain yang satu kamarnya berisi 60 santri.waduuuh nggak usah dibayangin kaya apa ya gaes, dan nggak usah nanya sempit apa nggak kalo tidur hahahaha. Emang sih sempit, tapi ya beginilah namanya juga dipondok kan kita dilatih untuk prihatin. Sebenerya sih aku udah disuruh pindah kamar karena gedungnya yang sudah mulai tua tapi aku selalu nolak karena bagiku teman-teman di kamar al-Husain adalah bukan sekedar teman, melainkan sahabat bahkan keluarga. Aku sayang mereka, karena dari mereka aku belajar arti kemandirian dan keprihatinan. Setelah naik kelas 2 MTs aku harus pindah kamar, asli deh ya aku bener-bener sedihhhh banget, giamana coba rasanya harus pisah dengan keluarga pertamaku di Al-Hikmah 2 ini :'(  Da aku mah apa atuh, cuma seorang santri yang nggak punya wewenang untuk menolak keputusan pengurus dan pengasuh. Akhirnya dengan berat hati aku pindah ke kamar USA (Ummu Sulaim Atas) No 5. Disana aku juga merasa nyaman yaa walaupun awalnya aku harus susah payah beradaptasi dengan teman-teman baru. Naik ke kelas 3 aku harus pindah kamar lagi dan lagi, tapi kali ini aku menerimanya dengan lapang dada. Aku dipindahkan ke kamar Aisyah Atas No 2. Disana aku tak perlu beradaptasi lagi, karena teman sekamarku kebanyakan anak kelas 3 semua bahkan juga ada teman satu kelas. Di kamar ini, aku benar-benar menemukan teman, sahabat bahkan keluarga yang sangat harmonis. Makan bareng, bercanda bareng, berangkat sekolah bareng pokoknya betah banget deh dikamar ini. Dan dari sini aku menemukan sahabat yang begitu sempurna, yang selalu ada ketika aku susah, yang selalu membangunkanku ketika aku terjatuh dan selalu memberikan semangat ketika aku kehilangan arah dan tujuan. Mereka adalah Jannah, Ni'mah, Fiki, Emi, Retno, Sri, Ijul, anet, Ndahun.
Oh iya, sebenernya masih banyak sekali ceritaku di Alhikmah yang belum aku ceritain disini. Intinya aku bahagia dan bersyukur bisa bertahan sealama 3 tahun di pondok yang penuh dengan peraturan :D
Kisah cinta? Ada sih banyak malah hahahaha, bahkan aku sempat mengagumi seseorang dengan diam selama aku dipondok dan semoga dia yang aku kagumi adalah seseorang yang bisa aku temui di lain waktu hehehehe :') pacaran? NGGAK!! Saat itu aku lebih memilih mencintai dalam diam hanya aku dan Allah saja yang tahu :)
Bersambung~


Operation Wedding


Hari Kamis kemarin (21/02/2013) seperti biasa @kofindo ngadain #KamisBioskop alias nonton bareng film Indonesia yang lagi tayang di bioskop. Pilihan kami jatuh kepada film Operation Wedding. Kenapa? Selain karena temanya yang rada-rada santai (komedi) deretan pemain muda yang ditampilkan di film ini juga lumayan bikin penasaran buat ditonton. Operation Wedding menyusun deretan pemain muda seperti Yuki Kato, Adipati Dolken, Kimberly Ryder yang dipasangkan dengan sang veteran, Bucek Deep.
Cerita bermula dari keluarga Laksamana Angkatan Laut Kardi (Bucek Deep) dan empat orang putrinya; si jutek Tara (Sylvia Fully), si fashionable Lira (Kimberly Ryder), si gagap Vera (Dahlia Poland) dan si bungsu-tomboi Windi (Yuki Kato).
Kehidupan di rumah Laskamana Kardi terbilang cukup disiplin dan pake gaya militer banget. Yah secara Pak Kardi adalah angkatan laut yang memilih pension dini.
Kedisiplinan di rumah itu digambarkan dengan betapa tegasnya aturan yang ditetapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mau pergi susah, mau pacaran susah dan yang paling sadis, tiap hari cuman Pak Kardi yang boleh anter jemput keempat putrinya. Hal ini juga yang bikin pacar-pacar Tara, Lira dan Vera gak ada yang berani mane ke rumah. Boro-boro mau maen, resiko ketahuan pacaran aja gede banget bray.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzYzyp-uiCakphMAS_TJ03Mq_Vj9DpoKuyuc_BG2xbYV3wDWQ7j063C1GHwIzedEyFC3VFnLbM5jrzfe1qFEUwLY5zZJXeaLwivLg1DJQGuqY_znuAaeDUyoJi1fo-MDWg7LhVMU7xxvve/s200/index.jpg

Konfilk batin bermula ketika Windi bertemu sama teman masa kecilnya, Rendi (Adipati Dolken) dan ternyata saling suka. Rendi yang masih muda dan belum berpengalaman berusaha membuktikan cintanya kepada Windi, dan berniat melamarnya.
Hal ini langsung aja ditolak sama Pak Kardi, apalagi ketiga kakak Windi belum ada yang nikah. Pak Kardi kemudian memberikan syarat kepada Winda dan Randi, mereka boleh menikah asalkan ketiga kakak Windi juga menikah.
Operasi pun dimulai, Windi dengan bantuan Lira, Tara dan Vera akhirnya menyusun rencana supaya pacar masing-masing mau melamar mereka. Gak cuma mau melamar, mereka harus mampu meyakinkan Pak Kardi yang emang KILLER ABIS dalam menghadapi calon menantunya. Mampukah Rendi bersama dengan Feri (Nino Fernandez), Beni (Christ Laurent) dan Herman (Junior Liem) menerima tantangan Pak Kardi untuk melamar dan membuktikan cintanya?
        Trus gimana akhir kisah Windi dan Rendi? Konflik di pertengahan film makin bikin kita sedikit geregetan dan susah nebak endingnya waktu Pak Kardi memergoki Rendi ada di kamar Tara sementara Tara ketahuan hamil gan!
Secara keseluruhan, menurut hemat gw (yang gak hemat-hemat amat), film Operation Wedding ini bukan termasuk film yang extraordinary luar biasa dan bikin jaw-dropping banget, bukan pula film yang membutuhkan special effek atau akting yang super duper dasyat sekelas Golden Globe, film ini masuk dalam film komedi and what can I say? Gw ketawa ngakak sepanjang film.
        Komedi khas Monty Tiwa yang ada di film ini sebagian berhasil biking gw ngakak (meskipun sebagian tetep garing sih). Adegan gagap antara Vera dan Herman cukup bikin warna dan LOL moment dalam film.
The best scene menurut gw waktu adegan kejar-kejaran pake mobil box bunga. Itu adegan sakit jiwa banget, sukses biking gw ngakak.

 sumber : http://kofindo.blogdetik.com/2013/02/24/review-film-operation-wedding/


Review Buku Psikologi Perkembangan Islami

DATA BUKU
jagrafindo Persada

 JumlahJumlah Halaman : 369

        Buku karangan Aliah B. Purwakania Hasan ini memang sangatlah bagus. Isinya sangat lengkap membahas secara detail mengenai psikologi perkembangan islami. Mulai dari paradigma dasar psikologi perkembangan islam; faktor hereditas dalam perkembangan; perkembangan prakelahiran; perkembangan fisik; perkembangan kognitif; perkembangan emosional; perkembangan sosial; perkembangan bahasa; perkembangan peran jenis kelamin; perkembangan moral; perkembangan spiritual; kematian dan kehidupan setalah mati.

        Penulis juga mengemukakan bahwa umat Islam memerlukan metode penelitian yang sesuai untuk mengembangkan psikologi dalam perspektif Islam. Untuk itu perlu dilihat ayat-ayat qauliyah dan kauniyah. Ayat qauliyah berasal dari al-Quran dan Hadis, sedangkan ayat kauniyah berasal dari pengamatan alam semesta. Pendekatan yang lebih pas untuk psikologi Islam adalah gabungan antara metodologi Tafsir al-Quran dan Hadis serta metode ilmu pengetahuan modern pada umumnya.

        Pendekatan yang dilakukan oleh penulis dalam menyampaikan pemikirannya tentang psikologi perkembangan islami ini bukanlah sebuah kritik maupun kecaman terhadap arus-arus psikologi yang memang telah mapan. Melainkan lebih kepada memberi wawasan Islam pada konsep-konsep psikologi kontemporer serta memanfaatkan hasil-hasil pemikiran ahli-ahli psikologi aliran kontemporer tersebut dalam usaha peningkatan kesejahteraan manusia, jika justru ditemukan hal-hal yang justru tidak sesuai, maka mari sama-sama kita memperbaikinya.

        Berangkat dari pengertian psikologi sebagai ilmu yang menelaah perilaku manusia, para ahli psikologi umumnya berpandangan bahwa kondisi ragawi, kualitas kejiwaan, dan situasi lingkungan merupakan penentu utama perilaku dan corak kepribadian manusia. Dalam hal ini unsur rohani tidak masuk hitungan, karena dianggap termasuk dimensi kejiwaan dan merupakan penghayatan subjektif semata. Di samping itu, filsafat manusia yang melandasi psikologi bercorak antroposentrisme di mana manusia ditempatkan sebagai pusat dari segala pegalaman dan segenap relasinya serta penentu utama segala peristiwa yang berkaitan dengan manusia dan kemanusiaan.

        Sampai akhir abad keduapuluh, terdapat empat aliran besar psikologi yakni Psikoanalisis, Perilaku (Behaviorisme), Humanistik, dan Transpersonal. Masing-masing aliran melihat manusia dari sudut pandang berbeda, dan dengan metodologi tertentu berhasil menentukan berbagai dimensi dan asas tentang kehidupan manusia, lalu membangun teori dan filsafat tentang manusia.

        Aliran Psikoanalisis yang dipelopori oleh Freud (1856 – 1939) berangkat dari pengalaman dengan para pasiennnya. Ia menemukan berbagai dimensi dan prinsip tentang manusia, kemudian menyususn teori yang sangat mendasar, majemuk, serta luas implikasinya dalam bidang ilmu-ilmu sosial, humaniora, filsafat, dan ilmu agama, serta memberikan inspirasi terhadap berbagai karya seni.

         Freud berpendapat bahwa kepribadian manusia terdiri atas tiga sistem yaitu Id (dorongan-dorongan biologis), Ego (kesadaran terhadap realitas kehidupan), dan Superego (kesadaran normatif) yang berinteraksi satu sama lain dan masing-masing memiliki fungsi dan mekanisme yang khusus. Id adalah berbagai potensi yang terbawa sejak lahir, insting dan nafsu primer, sumber energi psikis yang memberi daya kepada Ego dan Superego untuk menjalankan fungsi-fungsinya. Selain dari itu, manusia juga memiliki tiga tingkatan kesadaran yaitu Alam Sadar (The Conscious), Alam Prasadar (The Preconscious), dan Alam Taksadar (The Unconscious). Psikoanalisis klasik dari Freud beranggapan bahwa perilaku manusia banyak dipengaruhi oleh Alam Taksadar dan dorongan-dorongan biologis (termasuk nafsu) yang selalu menuntut kenikmatan untuk segera dipenuhi. Dengan demikian, Psikoanalisis klasik beranggapan bahwa pada hakikatnya manusia adalah buruk, liar, kejam, sarat nafsu, egois dan sejenisnya yang berorientasi pada kenikmatan jasmani.
Aliran Perilaku (Behaviorisme) beranggapan bahwa manusia pada hakikatnya netral, baik buruknya perilaku seseorang dipengaruhi oleh situasi dan perlakuan yang dialaminya.

        Psikologi Perilaku memberikan sumbangan besar dengan ditemukannya asas-asas perubahan perilaku yang banyak digunakan dalam kegiatan pendidikan, psikoterapi, pembentukan kebiasaan, perubahan sikap, dan penertiban sosial melalui law enforcement.
        Dalam Psikologi Perkembangan, terdapat tiga aliran yang mempengaruhi perkembangan seseorang. Yaitu aliran Nativisme, dipelopori Arthur Schopenhauer (1788-1860), yang menitik beratkan pada pandangan bahwa peran sifat bawaan dan keturunan sebagai penentu perkembangan tingkah laku, persepsi tentang ruang dan waktu tergantung pada faktor-faktor alamiah atau pembawaan dari lahir.
        Aliran kedua adalah empirisme, yang dipelopori John Locke (1632-1704) menitik beratkan pandangannya pada peranan lingkungan sebagai penentu perkembangan tingkah laku. Ketiga, aliran Konvergensi, dipelopori William Stern (1871-1929) yang menggabungkan dua aliran di atas.
        Dalam konteks Islam, Nabi SAW menjelaskan berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan itu, antara lain:
        Pertama, faktor hereditas. Dalam sebuah hadits Nabi SAW menjelaskan tentang pengaruh ini: Seorang dari Bani Fazarah datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Istriku telah melahirkan anak berkulit hitam,” ia seakan-akan tidak mengakuinya. Rasulullah bersabda, “Apakah kamu memiliki unta?” Lelaki itu menjawab, “Ya.” Rasulullah bertanya, ”Apa warnanya?” Lelaki itu menjawab, ”Merah.” Rasulullah bertanya lagi, ”Apakah ada warna hitam pada unta itu?” Lelaki itu menjawab, “Sebenarnya kehitam-hitaman. Entah dari mana datangnya warna itu.” Rasulullah bersabda, “Mungkin karena faktor keturunan.” (HR. Ahmad). Dari hadits ini tergambar bahwa faktor hereditas mempengaruhi warna kulit seseorang, ciri-ciri fisik tidak harus diwarisi dari orangtuanya saja, tapi bisa juga dari nenek moyang. Sifat fisik inilah yang disebut sifat keturunan.

        Kedua, faktor lingkungan. Pengaruh lingkungan juga tak kalah penting. Nabi SAW menerangkan bagaimana pengaruh orangtua terhadap agama, moral, dan psikologis perkembangan anak: ”Tiadalah seorang anak itu dilahirkan kecuali dalam keadaan suci. Maka kedua orangtuanya yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. al-Bukhari)

         Ketiga, faktor ketentuan Allah. Dalam perspektif Islam, terdapat faktor ketentuan Allah yang juga sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan. Karena Allah memiliki kontrol penuh atas segalanya, dengan kekuatan dan pengaruh-Nya.
Faktor ketiga ini menjadi lebih signifikan dan dominan, karena ia yang memantau dan menjaga besarnya kekuatan alam, dan berpengaruh pada kehidupan dan perkembangan manusia.

        Menurut saya, buku ini dapat memperluas perspektif kita dalam memahami islam maupun ilmu Psikologi itu sendiri. Dengan perspektif yang lebih luas, tentunya makin banyak sisi yang dapat kita gali dan optimalkan dalam menyelesaikan berbagai tantangan kehidupan dan kemanusiaan yang ada pada zaman ini. Sangat cocok bagi mereka yang menaruh minat pada kajian-kajian islam, kajian ilmu-ilmu psikologi, maupun bagi mereka memang sudah berkecimpung dalam bidang psikologi ini (mahasiswa psikologi, dosen, psikolog, peneliti, dsb).

sumber : https://pamungkasbirawa.wordpress.com/2011/01/30/review-buku-psikologi-perkembangan-islam/


Selasa, 19 Mei 2015

Contact Me

Join with me!
FB : Putri Anis Sakinah
twitter : @putrianiss
ig : putrianiss
path : putrianiss
pin : 7e7aa302


Melupakanmu tak semudah membalikkan kedua telapak tangan

melupakannmu tak semudah membalikkan telapak tangan

Terkadang kita memerlukan waktu untuk dapat memahami sesuatu, untuk dapat melupakan seseorang dan untuk apalah itu . tapi sepertinya itu tak berlaku buatku . melupakanmu tak semudah seperti membalikkan telapak tangan . kenapa aku bisa bilang begitu ?
ya karena itulah kenyataannya .
sudah cukup lama kami berpisah . mungkin ada empat tahunan . tapi jujur saja aku belum bisa menepis bayangannya dari setiap hidupku . terlalu naif memang . 

aku sudah berusaha untuk melupakannya dengan berbagai hal . mencari penggantinya misalnya . tapi itu bukanlah alasan untuk aku benar-benar melupakan bayangannya. aku selalu bilang bahwa aku tak pernah mencintainya, tapi nyatanya? didalam lubuk hatiku masih sangat mencintainya .
aku kesal setiap melihat dia berduaan dengan orang lain . dia seakan cepat sekali melupakanku .
apakah kenangan kami berdua selama ini tak ada artinya dimata dia ? ataukah dia tak pernah menganggap aku berarti dalam hidupnya ?


Senin, 30 April 2012

Geguritan (Puisi Jawa)

kehambaanku..

berkah sira ing alam kabeh
ing dalem sekabehaneurip insun
aku senajan kenal awakdewekku
kang dadi hambane sira ingkang nembe terlahir

sira maringi nikmat kang katah
kan mboten saged ngitung
banyu wudhu kang wonten ingkang jasad kula
kawula bersujud lan bertasbih ingatase keagungane sira

ya Allah.. hatur suwun sampun nyiptaaken kawula
karena kawula saged ngenal sira
ing dalem keagungan sira

kawula sampun lahir in dunia

Inilah aku, bukan dia apalagi mereka...


All of about me…
Namaku Putri Anis Sakinah, putri berarti perempuan, anis itu seseorang, dan Sakinah artinya tenang. Jadi Putri Anis Sakinah adalah seorang perempuan yang tenang. Aku dilahirkan di Pekalongan 23 Juni 1996, Aku mempunyai sorang adik laki-laki, dia bernama Tubagus Fahmi Amirudin. Aku bangga sekali bisa punya adik seperti dia, walaupun setiap hari aku selalu bertengkar dengannya.
Hari-hari kulalui penuh dengan kecerian. Aku selalu bersyukur sama Allah, karena Dia telah memberikan sebuah keluarga yang sangat sayang kepadaku. Aku selalu berdo’a dengan Allah, agar mereka selalu dilindungi oleh-Nya.
Sekarang aku duduk dibangku kelas X di MAN Yogyakarta 1, dan tinggal di ponpes Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Awalnya berat sekali untuk menjalani semua kegiatanku terutama dalam mengatur jadwalku antara disekolah dan dipondok. Semua ini kujalani dengan ikhlas, mencoba bersabar karena Allah itu suka dengan orang-orang yang sabar.
Pukul 06.00 aku harus sudah keluar dari pondok untuk menuju kesekolah. Perlu waktu kurang lebih 15 menit untuk berjalan menuju Menukan (tempat nunggu bis). Setelah itu dari Menukan menuju kesekolah memerlukan waktu kurang lebih 40 menit. Pukul 07.00 bel sekolah sudah berbunyi itu tandanya aku harus sampai disekolah sebelum pukul 07.00.
Di MAN Yogyakarta 1, aku bertemu denan teman-teman yang baik. Yang mau menolongku disaat aku sedang kesusahan, mau menhiburku disaat ku sedih. Begitu juga teman-teman dipondok yang tidak kalah baiknya. Semuanya sungguh berarti bagiku. Entah seperti apa jika tanpa mereka, aku nggak bakalan sebahagia ini.  




Dharmaku...

Kamis, 5 April 2012 kami siswa dan siswi MAN Yogyakarta 1 mengadakan acara Mahabhakti. Mahabhakti itu semacam perkemahan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa. Setiap Jum’at pukul 01,00 (setelah sholat dhuhur), kami selalu dibimbing oleh kakak-kakak kelas yang baik, yang mau merelakan waktunya hanya untuk membimbing kami, mengajarkan kami tentang semua materi yang berkaitan tentang kepramukaan. Aku pribadi sih merasa malas dan sungkan sekali untuk mengikutinya, hari Jum’at yang harusnya pulang lebih cepat dari hari biasanya malah untuk mengikuti kegiatan sekolah yang dulu menurutku kurang bermanfa’at.
Hari pertama...
                Perkemahan mahabhakti tahun ini bertempat di DODIKLATPUR Klaten Jawa Tengah. Disana tempatnya cukup nyaman. Setelah sampai disana, kita langsung mengambil  nomor, tenda, patok, serta dua buah tongkat yang berwarna krem. Tanpa bertele-tele kita kita langsung membuat  tenda. Lama sekali, kita merasa kesusahan saat membangun tenda tersebut. Tak lama kemudian langit mulai mendung, dan ini bertanda bahwa sebentar lagi hujan akan turun. Kami semakin bingung, hujan mau turun tetapi tenda kita belum jadi sama sekali. Akhirnya kami semua mempercepat membuatnya agar tenda kita  jadi sebelum hujan turun. Dan Alhamdulillah, tenda kita pun sudah jadi sebelum hujan turun. Adhan maghribpun tiba, semua peserta Mahabhakti wajib sholat berjama’ah dimasjid kecuali yang berhalangan. Peserta yang sedang berhalangan tetap ditenda dan memasak, menyiapkan makan sambil menunggu peserta yang sedang melaksanakan sholat. Sangga kami memilih untuk memasak mie goreng yang praktis dan gampang. Oh iya sampai lupa, sangga kita terdiri dari sembilan orang yaitu Aisyah, Fifi, Fairuz, Aini, Anindita, Hani, Ima, Ensi, dan aku Putri Anis Sakinah. Selesai sholat berjamaah,kita langsung makan bersama-sama. Senang sekali rasanya...  pada pukul 08.00 seluruh peserta Mahabhakti kumpul dilapangan. Disana kita disuruh lari malam, digojlokin hingga tak terasa waktu menunjukan pukul 23.30 denagn diakhiri dengan pelantikan.
                Hari kedua...
                Jum’at, 6 April 2012. Pukul 05.00 kita sudah bangun dan bersiap-siap untuk shalat berjama’ah. Dan seperti biasa, yang sedang berhalangan memasak untuk sarapan pagi. Hmmmm.... hari ini menunya telur goreng. Lezat... sekali rasanya. Sebelum makan perwakilan 2 orang untuk mengikuti senam dan dua orang untuk mengikuti apel pagi. Setelah selesai semuanya, kita makan bersama dengan gembira. Selesai sarapan, semua peserta diwajibkan ikut mengikuti berbagai macam lomba, diantaranya lomba rappling, adventure, aster, kepramukaan, syahril Qur’an, masak, dragbar, senam heboh, dan FKR. Sangga kita mewakilkan Fifi, Anindita, dan Hani untuk lomba aster. Ensi, Aisyah, Fairuz, Aini, Ima, dan aku untuk lomba senam heboh yang lolos kebabak final.  Fifi dan aku untuk lomba kepramukaan. Aisyah, Fifi, dan aku untuk lomba syahril Qur’an yang tanpa ada persiapan sama sekali (Qur’an aja nggak bawa. Hehehe...). dan FKR yang diikuti oleh semua anggota, dari sangga kita meampilkan vidio klip dari bruno mars, lalu cublek-cublek suweng, Je (korea), dan diakhiri dengan metal dugem yang Alhamdulillah masuk final juga. Malamnya, seluruh anggota diwajibkan mengikuti acara yang dibimbing oleh bapak TNI dengan materi “wawasan kebangga”. Selesai acara tersebut, seluruh anggota berkumpul di lapangan bagian untuk menonton film suckseed (Korea), filmnya lucu dan menarik. Karena merasa lelah dan matapun sudah mengantuk, akhirnya kami pulang ketenda untuk istirahat malam.
Hari ketiga...
Sabtu, 7 April 2012. Seperti biasa, seluruh anggota yang tidak berhalangan pergi  kemasjid untuk sholat subuh berjama’ah dan yang berhalangan untuk memasak. Selesai jama’ah, dua orang perwakilan untuk apel dan dua orang untuk olah raga pagi. Hari ini menunya oseng-oseng tempe. Rasanya mak nyussss..uenak tenan.. setelah sarapan, seluruh anggota wajib mengikuti kegiatan yang satu ini yaitu tadabur alam. Dalam perjalanan, kita melewati beberapa pos yang harus kita kunjungi. Disetiap pos terdapat berbagai macam soal yang harus kita kerjakan seperti sandi morshe, Dasadharma pramuka, Trisatya, dan lain sebagainya. Selesai perjalan bhakti, kami pulang ketenda untuk beristirahat lalu dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjama’ah. Pukul 01.30 seluruh peserta diwajibkan mengikuti lomba tarik tambang yang diwakili oleh Hani, aku, Fairuz, Aini, dan Aisyah.. sorenya lomba voli yang diwakilkan oleh Hani, Fairuz, Fifi, dan aisyah, dan diakhiri dengan apel sore. Malam nya, tepatnya malam Minggu peserta Mahabhakti diwajibkan mengikuti acara yang sangat ditunggu-tunggu ini yaitu Api unggun. Acara diawali dengan lomba fashion show lalu final FKR. Acaranya sangat menyenangkan dan cukup menghibur. Selesai acara tersebut, seluruh anggota beristirahat ditenda masing-masing.
Hari keempat...
Ahad, 8April 2012. Hari terakir yang menyenangkan, setelah sarapan, olah raga, dan apel kita mulai berkemas-kemas. Membersihkan tenda dan barang-barang. Selesai berkemas-kemas seluruh anggota Mahabhakti berkumpul dilapangan guna upacara penutupan. Sebelum pulang, ada pengumuman hasil perlombaan. Dari sangga kita mendapatkan 3  juara, yaitu juara 2 senam heboh, juara fahmil Qur’an dan sangga teralay.
Ini ceritaku, apa ceritamu ??

Aku dan teman-teman..
            


Minggu, 01 April 2012

Sahabat Sejati Menjadikan Berprestasi

Hidup sendirian pasti tidak enak. Mempunyai masalah tidak ada tempat curhat, ada beban dipikul sendiri, punya berita gembira tidak dapat dibagi-bagi. Coba kalau ada sahabat, kesulitan tidak akan terlalu menyusahkan, kebahagiaan akan bertambah ketika ada yang ikut bahagia. Tengoklah kiri kanan pasti ada seseorang yang bisa kita gaet sebagai sahabat.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTnvhEqg3lOUmA7DRf_mfTBj70BgqNL_N23HZ8V6t1hCuk23c5nCEFrwQ9Z133wqFU8Gek6BTpHqqK6cvQ6PYPXx955tOPSY_XxoD2wIqU9BXXeCvbFK_VuaJt6k6ZFTeD78T3Tsw1hTU/s200/gb+putri.jpg


Bersahabat, kudu!
Sudah takdirnya manusia Allah ciptakan sebagai makhluk sosial kita tidak mungkin hidup sendiri. Sahabat adalah contoh penting dalam rangka kebutuhan kita terhadap manusia lain. Rasulullah SAW saja semasa hidupnya hampir tidak pernah sendiri tanpa sahabat-sahabatnya. Sahabat beliau tidak satu, tapi semua asshabiqunal awwalun (generasi pertama yang masuk islam) adalah sahabat beliau. Bisa kita bayangkan betapa Rasulullah SAW sangat piawai membina hubungan pertemanan sehingga bisa mencapai derajat persahabatan, yang tentunya tahap kasih sayang dan kecintaannya sering melebihi cinta pada diri sendiri.

Sesama Jenis OK, Lain Jenis Nggak OK?
Untuk bisa mencapai tahap persahabatan, membutuhkan waktu dan proses. Sikap tafahum, ta'awun, dan tafakul yang paling urgen dalam persahabatan bisa muncul setelah beberapa lama kita ta'aruf (saling kenal) dengan calon sahabat kita. Kebutuhan akan persahabatan biasanya lebih dominan pada perempuan. Perempuan kental sekali dengan gelombang emosionalnya, sehingga ia cenderung butuh tempat berbagi perasaan dan kasih sayang. Berbeda dengan kaum pria, persahabatan tidak terlalu mengedepankan perasaan sehingga kalau di antara mereka ada perbedaan prinsip atau pendapat tidak membuat persahabatan mereka putus. Nah, jika memaksakan persahabatan antara laki-laki dan perempuan biasanya tidak akan bertahan lama. Timbulnya perasaan lain seperti cinta, cemburu, dan takut kehilangan seringkali merusak persahabatan.

Berani menerima perubahan
kalau kita mengartikan sebuah persahabatan adalah keakraban yang tidak akan berubah oleh kondisi apapun, tentu saja salah. Hidup ini penuh dengan kejutan dan perubahan. Terjadinya perubahan status, tempat, pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas kalau tidak diiringi dengan sikap lapang dada bisa menggoyahkan persahabatan. Sebagai sahabat yang baik, tentu saja perubahan ke arah perbaikan yang dialami oleh sahabat kita tidak boleh membuat kita sakit hati dan kecewa. Setiap perubahan baru yang dialami seseorang pasti membutuhkan waktu untuk diadaptasi. Yang paling penting adalah perintah Allah untuk senantiasa bersabar dengan orang-orang yang senantiasa mengingat Allah, dan jangan berpaling dari mereka hanya karena ingin mendapatkan keuntungan dunia (QS. Al Kahfi : 28)

Sudahkah Menjadi Sahabat Sejati?
Dalam ayat di atas Allah juga mengingatkan kita untuk tidak menjadikan sahabat orang-orang yang hatinya lalai, suka menuruti hawa nafsu, dan kelakuannya sering melampaui batas. Seperti kata Rasulullah SAW "seseorang itu menurut agama (aturan) temannya, maka telitilah terlebih dahulu orang yang akan menjadi temanmu." Sahabat sejati bukanlah seseorang yang manis di mulut dan membujuk pada hal-hal negatif. Orang bijak mengatakan, sahabat sejati adalah teman yang mendegar dan mengerti ketika kita mengungkapkan perasaan yang paling dalam. Ia memberikan dukungan ketika kita sedang berjuang, ia tidak melihat dari fisik dan kekayaan. Ia mengoreksi kita dengan lembut dan sayang ketika kita berbuat salah, dan ia memaafkan ketika kita gagal. Jika kita belum punya sahabat seperti ini, berdoalah agar Allah menganugerahkannya untuk kita.

Sahabat Dunia Akhirat
Kita bersahabat, tentu kita ingin agar persahabtan itu langgeng sampai akhir hayat. Persahabatan Rasulullah dan sahabatnya bagus sekali untuk kita contoh. Persahabatan mereka bukan hanya persahabatan di dunia, tetapi juga berorientasi akhirat. Dalam kebaikan yang mereka persembahkan untuk sahabat tercinta, mereka ingin hanya Allah lah yang tahu perbuatan baik mereka, bukan sahabatnya. Sikap ini semakin menambah cinta antara mereka walaupun sudah terpisah jauh, sehingga Rasulullah SAW mengatakan bahwa kelak di akhirat mereka akan dikumpulkan bersama orang-orang yang dicintainya. Maka mencintailah karena Allah, dan cintailah orang-orang yang mencintai Allah dan rasulNya, supaya kita dapat berkumpul dengan mereka di surga.

sumber: majalah Annida no. 09/XIII/2004