Sekarang pukul?

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Film. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2016

Review Film

  Review film “Hafalan sholat Delisa”
Film Hafalan Sholat Delisa adalah sebuah kisah nyata di Aceh. Film ini bercerita tentang pendidikan islam yaitu mengajarkan anak sholat. Film ini berdasarkan novel karya Tere Liye yang bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga bahagia yang didalamnya menanamkan ajaran Islam. Keluarga yang terdiri dari Umi Salamah dan Abi Usman yang dikaruniani empat putri yang cantik an sholehah meraka adalah Alisa Fatimah, Alisa Zahra dan Alisa Aisyah (kembar) dan yang bungu adalah Alisa Delisa.
Setiap sholat, umi Salamah selalu mengajarkan sholat berjama’ah dengan empat putrinya. Abi Usman bekerja sebagai pelaut di salah satu kapal tanker perusahaan minyak asing. Awalnya sibungsu Delisa paling susah untuk dibangunkan bangun shubuh, tapi lama-lama ia bisa bangun lebih dulu dari pada kakaknya Aisyah. Dan setiap sholat jama’ah Aisyah ditugasi oleh Umi Salamah untuk membaca bacaan sholat dengan keras agar Delisa yang disebelahnya dapat mengikuti bacaan sholat itu. Umi Salamah biasa memberikan haiah berupa kalung emas kepada putri-putrinya yang hafal bacaan sholat dengan baik dan benar. Sebelum Delisa hafal bacaan sholat, umi Salamah sudah membelikan kalung emas untuk Delisa sebagai hadiah untuknya.

Senin, 01 Juni 2015

Operation Wedding


Hari Kamis kemarin (21/02/2013) seperti biasa @kofindo ngadain #KamisBioskop alias nonton bareng film Indonesia yang lagi tayang di bioskop. Pilihan kami jatuh kepada film Operation Wedding. Kenapa? Selain karena temanya yang rada-rada santai (komedi) deretan pemain muda yang ditampilkan di film ini juga lumayan bikin penasaran buat ditonton. Operation Wedding menyusun deretan pemain muda seperti Yuki Kato, Adipati Dolken, Kimberly Ryder yang dipasangkan dengan sang veteran, Bucek Deep.
Cerita bermula dari keluarga Laksamana Angkatan Laut Kardi (Bucek Deep) dan empat orang putrinya; si jutek Tara (Sylvia Fully), si fashionable Lira (Kimberly Ryder), si gagap Vera (Dahlia Poland) dan si bungsu-tomboi Windi (Yuki Kato).
Kehidupan di rumah Laskamana Kardi terbilang cukup disiplin dan pake gaya militer banget. Yah secara Pak Kardi adalah angkatan laut yang memilih pension dini.
Kedisiplinan di rumah itu digambarkan dengan betapa tegasnya aturan yang ditetapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mau pergi susah, mau pacaran susah dan yang paling sadis, tiap hari cuman Pak Kardi yang boleh anter jemput keempat putrinya. Hal ini juga yang bikin pacar-pacar Tara, Lira dan Vera gak ada yang berani mane ke rumah. Boro-boro mau maen, resiko ketahuan pacaran aja gede banget bray.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzYzyp-uiCakphMAS_TJ03Mq_Vj9DpoKuyuc_BG2xbYV3wDWQ7j063C1GHwIzedEyFC3VFnLbM5jrzfe1qFEUwLY5zZJXeaLwivLg1DJQGuqY_znuAaeDUyoJi1fo-MDWg7LhVMU7xxvve/s200/index.jpg

Konfilk batin bermula ketika Windi bertemu sama teman masa kecilnya, Rendi (Adipati Dolken) dan ternyata saling suka. Rendi yang masih muda dan belum berpengalaman berusaha membuktikan cintanya kepada Windi, dan berniat melamarnya.
Hal ini langsung aja ditolak sama Pak Kardi, apalagi ketiga kakak Windi belum ada yang nikah. Pak Kardi kemudian memberikan syarat kepada Winda dan Randi, mereka boleh menikah asalkan ketiga kakak Windi juga menikah.
Operasi pun dimulai, Windi dengan bantuan Lira, Tara dan Vera akhirnya menyusun rencana supaya pacar masing-masing mau melamar mereka. Gak cuma mau melamar, mereka harus mampu meyakinkan Pak Kardi yang emang KILLER ABIS dalam menghadapi calon menantunya. Mampukah Rendi bersama dengan Feri (Nino Fernandez), Beni (Christ Laurent) dan Herman (Junior Liem) menerima tantangan Pak Kardi untuk melamar dan membuktikan cintanya?
        Trus gimana akhir kisah Windi dan Rendi? Konflik di pertengahan film makin bikin kita sedikit geregetan dan susah nebak endingnya waktu Pak Kardi memergoki Rendi ada di kamar Tara sementara Tara ketahuan hamil gan!
Secara keseluruhan, menurut hemat gw (yang gak hemat-hemat amat), film Operation Wedding ini bukan termasuk film yang extraordinary luar biasa dan bikin jaw-dropping banget, bukan pula film yang membutuhkan special effek atau akting yang super duper dasyat sekelas Golden Globe, film ini masuk dalam film komedi and what can I say? Gw ketawa ngakak sepanjang film.
        Komedi khas Monty Tiwa yang ada di film ini sebagian berhasil biking gw ngakak (meskipun sebagian tetep garing sih). Adegan gagap antara Vera dan Herman cukup bikin warna dan LOL moment dalam film.
The best scene menurut gw waktu adegan kejar-kejaran pake mobil box bunga. Itu adegan sakit jiwa banget, sukses biking gw ngakak.

 sumber : http://kofindo.blogdetik.com/2013/02/24/review-film-operation-wedding/