Model pendidikan anak usia dini memberkan kerangka tmengenai
gagasan-gagasan dan praktik guru berbasis perkembangan anak-anak. Banyak model
penidikan usia dini yang dapat digunakan oleh para pendidik, salah satunya
model pendidikan anak usia dini High/Scope.
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 April 2016
Selasa, 29 Maret 2016
Gadget belum bisa digantikan buku pelajaran
JAKARTA - Di zaman yang serba digital, anak sekolah kian akrab menggunakangadget sebagai media pembelajaran. Meski demikian, buku pelajaran diyakini belum bisa tergantikan dengan keberadaan gadget.
"Era digital memang mengubah industri grafika di Tanah Air, namun segmen
penerbitan masih ada terutama buku pelajaran," ujar Ketua Persatuan
Perusahaan Grafika Indonesia (PGGI) Jimmy Juneanto dalam konferensi pers
di Politeknik Negeri Media Kreatif di Jakarta, seperti dilansir Antara,
Rabu (16/3/2016).
Dia mengatakan era digital membuat industri penerbitan mengalami
penurunan mulai dari pemasangan iklan, sirkulasi koran, majalah, dan
lain sebagainya. Bahkan, lanjut dia, banyak koran dan majalah yang
terpaksa gulung tikar.
"Namun, ini bukan akhir dari industri grafika. Terbukti Indonesia masih
menjadi tamu kehormatan di Book Fair yang diselenggarakan di Jerman,
artinya buku yang topiknya menarik masih ada yang membaca. Sampai
sekarang buku pelajaran juga belum tergantikan. Gadget masih belum bisa menggantikan buku pelajaran, butuh waktu sampai 10 tahun ke depan," paparnya.
Jimmy tidak menampik, trennya ke depan adalah buku pelajaran bisa diakses melalui gadget.
Untuk mengatasi persoalan itu, sambung dia, pelaku industri grafika
harus sering melakukan inovasi misalnya dengan seringnya mengganti
kemasan untuk mendorong minat pembeli.
Sementara itu Wakil Direktur Bidang Kerjasama Politeknik Negeri Media
Kreatif (Polimedia), Misbach Fikrianto, mengatakan kampusnya mempunyai
tanggung jawab untuk menghasilkan SDM yang terampil di industri grafika
supaya Indonesia tak kalah bersaing.
Salah satu upayanya, ujar Misbach, dengan menyelenggarakan The
International Conference NPES-ICC Color Management 2016 dengan tema
Making A Future with Color Management. Di sini peserta bisa belajar dan
memperdalam manajemen warna di industri grafika. Sedangkan mahasiswa
Polimedia dipersiapkan SDM-nya agar siap terjun di dunia grafika dengan
memberikan berbagai pelatihan, workshop, seminar, magang untuk mengasah kemampuan mereka.
sumber : http://news.okezone.com/read/2016/03/16/65/1337528/gadget-belum-bisa-gantikan-buku-pelajaran
Senin, 01 Juni 2015
It’s Me
Assalamu'alaikum...
Hallo,
namaku Putri Anis Sakinah. Kalo kata orang tuaku sih artinya perempuan yang
tenang, ya mungkin ini do'a orang tuaku agar aku menjadi wanita yang tenang,
dan Alhamdulillah sekarang sudah terwujud ya bah, bukmuehehehehe :p
Aku lahir Di Pekalongan, tanggal 23 Juni 1996 (eh btw bentar lagi loh, dan buat
kamu iya kamu yang udah tau wajib banget ngasih kado hahaha). Oh iya gaes, pas
aku kelas 1 SD semester 2 aku transmigrasi ke Desa Lowa Kecamatan Comal
Kabupaten Pemalang (tempat tinggalku sekarang) ini karena utusan dari abahku,
ya namanya juga anak mau gimanapun juga harus ikut orang tua walaupun
Sebenarnya sedih harus ninggalin teman-temanku di
pekalongan :(
Singkat
ceritaaaaa, langsung ke zaman MTs aja ya gaes. Jadi gini gaes ceritanya, dulu
pas MTs aku dipaksa "mondok" sama abah dan ibukku. Rasanya sedih
pingin nangis banget tapi apalah dayaku hanya seorang anak yang mempunyai
kewajiban untuk membahagiakan kedua orang tua. Akhirnya aku turutin aja, toh nanti
kalo nggak betah bisa minta boyong(pindah).
Setelah
aku diantarkan keluarga ke pesantren baruku yaitu Pondok Pesantren Al-Hikmah 2
Benda Sirampog Brebes Jawa Tengah, aku tiba-tiba merasa sangat tidak nyaman
dengan tempat yang akan aku tinggali selama 3 tahun kedepan. Hampir setiap malam
aku nangis karena belum betah dan pingin pulang. Yang aku rasakan saat itu, aku
rindu perhatian dan kasih sayang ibuk dan abahku dirumah, nyesel banget pas
dirumah aku selalu membuat mereka marah entah itu karena sifat marahku yang
setiap keinginanku nggak diturutin oleh mereka aku memilih untuk membanting
pintu kamar, saat itu rasanya aku ingin sekali meminta maaf dan memeluk mereka
dalam-dalam tapi apalah dayaku, aku harus menunggu 2 minggu kedepan untuk
bertemu dengan ibuk dan abahku.
Hari-hari
pertama dipondok aku rasakan dengan penuh kesedihan, hampir setiap malam aku
nangis dan pingin pulang. Saking rindunya, aku menulis tulisan di lemari
"AKU NGGAK BETAH" tapi aku berfikir kembali, gimana kalo abah dan
ibukku datang lalu melihat tulisan ini, apa aku tidak menambah kesedihan
mereka? akhirnya aku memilih untuk menghapusnya dan menggantinya dengan tulisan
"INGAT TUJUAN DARI RUMAH".
Aku suka
bergaul dengan siapa saja, karena bagiku semua ciptaan Allah itu sama. Aku
memiliki banyak teman baik di sana, pas kelas 1 MTs aku ditempatkan di komplek
Al-Husain yang satu kamarnya berisi 60 santri.waduuuh nggak usah
dibayangin kaya apa ya gaes, dan nggak usah nanya sempit apa nggak kalo tidur
hahahaha. Emang sih sempit, tapi ya beginilah namanya juga dipondok kan kita
dilatih untuk prihatin. Sebenerya sih aku udah disuruh pindah kamar karena
gedungnya yang sudah mulai tua tapi aku selalu nolak karena bagiku teman-teman
di kamar al-Husain adalah bukan sekedar teman, melainkan sahabat bahkan keluarga.
Aku sayang mereka, karena dari mereka aku belajar arti kemandirian dan
keprihatinan. Setelah naik kelas 2 MTs aku harus pindah kamar, asli deh ya aku
bener-bener sedihhhh banget, giamana coba rasanya harus pisah dengan keluarga
pertamaku di Al-Hikmah 2 ini :'( Da aku mah apa atuh, cuma
seorang santri yang nggak punya wewenang untuk menolak keputusan pengurus dan
pengasuh. Akhirnya dengan berat hati aku pindah ke kamar USA (Ummu Sulaim Atas)
No 5. Disana aku juga merasa nyaman yaa walaupun awalnya aku harus susah payah
beradaptasi dengan teman-teman baru. Naik ke kelas 3 aku harus pindah kamar
lagi dan lagi, tapi kali ini aku menerimanya dengan lapang dada. Aku
dipindahkan ke kamar Aisyah Atas No 2. Disana aku tak perlu beradaptasi lagi,
karena teman sekamarku kebanyakan anak kelas 3 semua bahkan juga ada teman satu
kelas. Di kamar ini, aku benar-benar menemukan teman, sahabat bahkan keluarga
yang sangat harmonis. Makan bareng, bercanda bareng, berangkat sekolah bareng
pokoknya betah banget deh dikamar ini. Dan dari sini aku menemukan sahabat yang
begitu sempurna, yang selalu ada ketika aku susah, yang selalu membangunkanku
ketika aku terjatuh dan selalu memberikan semangat ketika aku kehilangan arah
dan tujuan. Mereka adalah Jannah, Ni'mah, Fiki, Emi, Retno, Sri, Ijul, anet,
Ndahun.
Oh iya,
sebenernya masih banyak sekali ceritaku di Alhikmah yang belum aku ceritain
disini. Intinya aku bahagia dan bersyukur bisa bertahan sealama 3 tahun di
pondok yang penuh dengan peraturan :D
Kisah
cinta? Ada sih banyak malah hahahaha, bahkan aku sempat mengagumi seseorang
dengan diam selama aku dipondok dan semoga dia yang aku kagumi adalah seseorang
yang bisa aku temui di lain waktu hehehehe :') pacaran? NGGAK!! Saat itu aku
lebih memilih mencintai dalam diam hanya aku dan Allah saja yang tahu :)
Bersambung~
Assalamu'alaikum...
Hallo,
namaku Putri Anis Sakinah. Kalo kata orang tuaku sih artinya perempuan yang
tenang, ya mungkin ini do'a orang tuaku agar aku menjadi wanita yang tenang,
dan Alhamdulillah sekarang sudah terwujud ya bah, bukmuehehehehe :p
Aku lahir Di Pekalongan, tanggal 23 Juni 1996 (eh btw bentar lagi loh, dan buat
kamu iya kamu yang udah tau wajib banget ngasih kado hahaha). Oh iya gaes, pas
aku kelas 1 SD semester 2 aku transmigrasi ke Desa Lowa Kecamatan Comal
Kabupaten Pemalang (tempat tinggalku sekarang) ini karena utusan dari abahku,
ya namanya juga anak mau gimanapun juga harus ikut orang tua walaupun
Sebenarnya sedih harus ninggalin teman-temanku di
pekalongan :(
Singkat
ceritaaaaa, langsung ke zaman MTs aja ya gaes. Jadi gini gaes ceritanya, dulu
pas MTs aku dipaksa "mondok" sama abah dan ibukku. Rasanya sedih
pingin nangis banget tapi apalah dayaku hanya seorang anak yang mempunyai
kewajiban untuk membahagiakan kedua orang tua. Akhirnya aku turutin aja, toh nanti
kalo nggak betah bisa minta boyong(pindah).
Setelah
aku diantarkan keluarga ke pesantren baruku yaitu Pondok Pesantren Al-Hikmah 2
Benda Sirampog Brebes Jawa Tengah, aku tiba-tiba merasa sangat tidak nyaman
dengan tempat yang akan aku tinggali selama 3 tahun kedepan. Hampir setiap malam
aku nangis karena belum betah dan pingin pulang. Yang aku rasakan saat itu, aku
rindu perhatian dan kasih sayang ibuk dan abahku dirumah, nyesel banget pas
dirumah aku selalu membuat mereka marah entah itu karena sifat marahku yang
setiap keinginanku nggak diturutin oleh mereka aku memilih untuk membanting
pintu kamar, saat itu rasanya aku ingin sekali meminta maaf dan memeluk mereka
dalam-dalam tapi apalah dayaku, aku harus menunggu 2 minggu kedepan untuk
bertemu dengan ibuk dan abahku.
Hari-hari
pertama dipondok aku rasakan dengan penuh kesedihan, hampir setiap malam aku
nangis dan pingin pulang. Saking rindunya, aku menulis tulisan di lemari
"AKU NGGAK BETAH" tapi aku berfikir kembali, gimana kalo abah dan
ibukku datang lalu melihat tulisan ini, apa aku tidak menambah kesedihan
mereka? akhirnya aku memilih untuk menghapusnya dan menggantinya dengan tulisan
"INGAT TUJUAN DARI RUMAH".
Aku suka
bergaul dengan siapa saja, karena bagiku semua ciptaan Allah itu sama. Aku
memiliki banyak teman baik di sana, pas kelas 1 MTs aku ditempatkan di komplek
Al-Husain yang satu kamarnya berisi 60 santri.waduuuh nggak usah
dibayangin kaya apa ya gaes, dan nggak usah nanya sempit apa nggak kalo tidur
hahahaha. Emang sih sempit, tapi ya beginilah namanya juga dipondok kan kita
dilatih untuk prihatin. Sebenerya sih aku udah disuruh pindah kamar karena
gedungnya yang sudah mulai tua tapi aku selalu nolak karena bagiku teman-teman
di kamar al-Husain adalah bukan sekedar teman, melainkan sahabat bahkan keluarga.
Aku sayang mereka, karena dari mereka aku belajar arti kemandirian dan
keprihatinan. Setelah naik kelas 2 MTs aku harus pindah kamar, asli deh ya aku
bener-bener sedihhhh banget, giamana coba rasanya harus pisah dengan keluarga
pertamaku di Al-Hikmah 2 ini :'( Da aku mah apa atuh, cuma
seorang santri yang nggak punya wewenang untuk menolak keputusan pengurus dan
pengasuh. Akhirnya dengan berat hati aku pindah ke kamar USA (Ummu Sulaim Atas)
No 5. Disana aku juga merasa nyaman yaa walaupun awalnya aku harus susah payah
beradaptasi dengan teman-teman baru. Naik ke kelas 3 aku harus pindah kamar
lagi dan lagi, tapi kali ini aku menerimanya dengan lapang dada. Aku
dipindahkan ke kamar Aisyah Atas No 2. Disana aku tak perlu beradaptasi lagi,
karena teman sekamarku kebanyakan anak kelas 3 semua bahkan juga ada teman satu
kelas. Di kamar ini, aku benar-benar menemukan teman, sahabat bahkan keluarga
yang sangat harmonis. Makan bareng, bercanda bareng, berangkat sekolah bareng
pokoknya betah banget deh dikamar ini. Dan dari sini aku menemukan sahabat yang
begitu sempurna, yang selalu ada ketika aku susah, yang selalu membangunkanku
ketika aku terjatuh dan selalu memberikan semangat ketika aku kehilangan arah
dan tujuan. Mereka adalah Jannah, Ni'mah, Fiki, Emi, Retno, Sri, Ijul, anet,
Ndahun.
Oh iya,
sebenernya masih banyak sekali ceritaku di Alhikmah yang belum aku ceritain
disini. Intinya aku bahagia dan bersyukur bisa bertahan sealama 3 tahun di
pondok yang penuh dengan peraturan :D
Kisah
cinta? Ada sih banyak malah hahahaha, bahkan aku sempat mengagumi seseorang
dengan diam selama aku dipondok dan semoga dia yang aku kagumi adalah seseorang
yang bisa aku temui di lain waktu hehehehe :') pacaran? NGGAK!! Saat itu aku
lebih memilih mencintai dalam diam hanya aku dan Allah saja yang tahu :)
Bersambung~
Selasa, 19 Mei 2015
Melupakanmu tak semudah membalikkan kedua telapak tangan
melupakannmu
tak semudah membalikkan telapak tangan
Terkadang
kita memerlukan waktu untuk dapat memahami sesuatu, untuk dapat melupakan
seseorang dan untuk apalah itu . tapi sepertinya itu tak berlaku buatku .
melupakanmu tak semudah seperti membalikkan telapak tangan . kenapa aku bisa
bilang begitu ?
ya
karena itulah kenyataannya .
sudah
cukup lama kami berpisah . mungkin ada empat tahunan . tapi jujur saja aku
belum bisa menepis bayangannya dari setiap hidupku . terlalu naif memang
.
aku
sudah berusaha untuk melupakannya dengan berbagai hal . mencari penggantinya
misalnya . tapi itu bukanlah alasan untuk aku benar-benar melupakan
bayangannya. aku selalu bilang bahwa aku tak pernah mencintainya, tapi
nyatanya? didalam lubuk hatiku masih sangat mencintainya .
aku
kesal setiap melihat dia berduaan dengan orang lain . dia seakan cepat sekali
melupakanku .
apakah
kenangan kami berdua selama ini tak ada artinya dimata dia ? ataukah dia tak
pernah menganggap aku berarti dalam hidupnya ?
sumber : http://sederhanaceritabyyuli.blogspot.com/2013/06/melupakannmu-tak-semudah-membalikkan.html
Senin, 30 April 2012
Inilah aku, bukan dia apalagi mereka...
All of about me…
Namaku Putri
Anis Sakinah, putri berarti perempuan, anis itu seseorang, dan Sakinah artinya
tenang. Jadi Putri Anis Sakinah adalah seorang perempuan yang tenang. Aku
dilahirkan di Pekalongan 23 Juni 1996, Aku mempunyai sorang adik laki-laki, dia
bernama Tubagus Fahmi Amirudin. Aku bangga sekali bisa punya adik seperti dia,
walaupun setiap hari aku selalu bertengkar dengannya.
Hari-hari
kulalui penuh dengan kecerian. Aku selalu bersyukur sama Allah, karena Dia
telah memberikan sebuah keluarga yang sangat sayang kepadaku. Aku selalu
berdo’a dengan Allah, agar mereka selalu dilindungi oleh-Nya.
Sekarang aku
duduk dibangku kelas X di MAN Yogyakarta 1, dan tinggal di ponpes Al-Munawwir
Krapyak Yogyakarta. Awalnya berat sekali untuk menjalani semua kegiatanku
terutama dalam mengatur jadwalku antara disekolah dan dipondok. Semua ini
kujalani dengan ikhlas, mencoba bersabar karena Allah itu suka dengan
orang-orang yang sabar.
Pukul 06.00 aku
harus sudah keluar dari pondok untuk menuju kesekolah. Perlu waktu kurang lebih
15 menit untuk berjalan menuju Menukan (tempat nunggu bis). Setelah itu dari Menukan
menuju kesekolah memerlukan waktu kurang lebih 40 menit. Pukul 07.00 bel
sekolah sudah berbunyi itu tandanya aku harus sampai disekolah sebelum pukul
07.00.
Di MAN
Yogyakarta 1, aku bertemu denan teman-teman yang baik. Yang mau menolongku
disaat aku sedang kesusahan, mau menhiburku disaat ku sedih. Begitu juga
teman-teman dipondok yang tidak kalah baiknya. Semuanya sungguh berarti bagiku.
Entah seperti apa jika tanpa mereka, aku nggak bakalan sebahagia ini.


Dharmaku...
Kamis, 5 April 2012 kami siswa dan siswi MAN Yogyakarta 1
mengadakan acara Mahabhakti. Mahabhakti itu semacam perkemahan yang wajib
diikuti oleh seluruh siswa. Setiap Jum’at pukul 01,00 (setelah sholat dhuhur),
kami selalu dibimbing oleh kakak-kakak kelas yang baik, yang mau merelakan
waktunya hanya untuk membimbing kami, mengajarkan kami tentang semua materi
yang berkaitan tentang kepramukaan. Aku pribadi sih merasa malas dan sungkan sekali untuk
mengikutinya, hari Jum’at yang harusnya pulang lebih cepat dari hari biasanya
malah untuk mengikuti kegiatan sekolah yang dulu menurutku kurang bermanfa’at.
Hari
pertama...
Perkemahan mahabhakti tahun ini
bertempat di DODIKLATPUR Klaten Jawa Tengah. Disana tempatnya cukup nyaman.
Setelah sampai disana, kita langsung mengambil nomor, tenda, patok, serta dua buah tongkat yang berwarna
krem. Tanpa bertele-tele kita kita langsung membuat tenda. Lama sekali, kita merasa
kesusahan saat membangun tenda tersebut. Tak lama kemudian langit mulai
mendung, dan ini bertanda bahwa sebentar lagi hujan akan turun. Kami semakin
bingung, hujan mau turun tetapi tenda kita belum jadi sama sekali. Akhirnya
kami semua mempercepat membuatnya agar tenda kita jadi sebelum hujan turun. Dan
Alhamdulillah, tenda kita pun sudah jadi sebelum hujan turun. Adhan maghribpun
tiba, semua peserta Mahabhakti wajib sholat berjama’ah dimasjid kecuali yang
berhalangan. Peserta yang sedang berhalangan tetap ditenda dan memasak,
menyiapkan makan sambil menunggu peserta yang sedang melaksanakan sholat.
Sangga kami memilih untuk memasak mie goreng yang praktis dan gampang. Oh iya sampai lupa, sangga kita terdiri
dari sembilan orang yaitu Aisyah, Fifi, Fairuz, Aini, Anindita, Hani, Ima,
Ensi, dan aku Putri Anis Sakinah. Selesai sholat berjamaah,kita langsung makan
bersama-sama. Senang sekali rasanya... pada
pukul 08.00 seluruh peserta Mahabhakti kumpul dilapangan. Disana kita disuruh
lari malam, digojlokin hingga tak terasa waktu menunjukan
pukul 23.30 denagn diakhiri dengan pelantikan.
Hari kedua...
Jum’at, 6 April 2012. Pukul 05.00 kita
sudah bangun dan bersiap-siap untuk shalat berjama’ah. Dan seperti biasa, yang
sedang berhalangan memasak untuk sarapan pagi. Hmmmm.... hari ini menunya telur goreng.
Lezat... sekali rasanya. Sebelum makan perwakilan 2 orang untuk mengikuti senam
dan dua orang untuk mengikuti apel pagi. Setelah selesai semuanya, kita makan
bersama dengan gembira. Selesai sarapan, semua peserta diwajibkan ikut mengikuti
berbagai macam lomba, diantaranya lomba rappling, adventure, aster,
kepramukaan, syahril Qur’an, masak, dragbar, senam heboh, dan FKR. Sangga kita
mewakilkan Fifi, Anindita, dan Hani untuk lomba aster. Ensi, Aisyah, Fairuz,
Aini, Ima, dan aku untuk lomba senam heboh yang lolos kebabak final. Fifi dan aku untuk lomba kepramukaan.
Aisyah, Fifi, dan aku untuk lomba syahril Qur’an yang tanpa ada persiapan sama
sekali (Qur’an aja nggak bawa.
Hehehe...). dan FKR yang diikuti oleh semua anggota, dari sangga kita
meampilkan vidio klip dari bruno mars, lalu cublek-cublek
suweng, Je (korea), dan
diakhiri dengan metal dugem yang Alhamdulillah masuk final juga. Malamnya,
seluruh anggota diwajibkan mengikuti acara yang dibimbing oleh bapak TNI dengan
materi “wawasan kebangga”. Selesai acara tersebut, seluruh anggota berkumpul di
lapangan bagian untuk menonton film suckseed (Korea), filmnya lucu dan menarik.
Karena merasa lelah dan matapun sudah mengantuk, akhirnya kami pulang ketenda
untuk istirahat malam.
Hari
ketiga...
Sabtu,
7 April 2012. Seperti biasa, seluruh anggota yang tidak berhalangan pergi kemasjid untuk sholat subuh berjama’ah
dan yang berhalangan untuk memasak. Selesai jama’ah, dua orang perwakilan untuk
apel dan dua orang untuk olah raga pagi. Hari ini menunya oseng-oseng tempe. Rasanya mak nyussss..uenak tenan.. setelah sarapan, seluruh anggota
wajib mengikuti kegiatan yang satu ini yaitu tadabur alam. Dalam perjalanan,
kita melewati beberapa pos yang harus kita kunjungi. Disetiap pos terdapat
berbagai macam soal yang harus kita kerjakan seperti sandi morshe, Dasadharma
pramuka, Trisatya, dan lain sebagainya. Selesai perjalan bhakti, kami pulang
ketenda untuk beristirahat lalu dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjama’ah.
Pukul 01.30 seluruh peserta diwajibkan mengikuti lomba tarik tambang yang
diwakili oleh Hani, aku, Fairuz, Aini, dan Aisyah.. sorenya lomba voli yang
diwakilkan oleh Hani, Fairuz, Fifi, dan aisyah, dan diakhiri dengan apel sore.
Malam nya, tepatnya malam Minggu peserta Mahabhakti diwajibkan mengikuti acara
yang sangat ditunggu-tunggu ini yaitu Api unggun. Acara diawali dengan lomba fashion show lalu final FKR. Acaranya sangat
menyenangkan dan cukup menghibur. Selesai acara tersebut, seluruh anggota
beristirahat ditenda masing-masing.
Hari
keempat...
Ahad,
8April 2012. Hari terakir yang menyenangkan, setelah sarapan, olah raga, dan
apel kita mulai berkemas-kemas. Membersihkan tenda dan barang-barang. Selesai
berkemas-kemas seluruh anggota Mahabhakti berkumpul dilapangan guna upacara
penutupan. Sebelum pulang, ada pengumuman hasil perlombaan. Dari sangga kita
mendapatkan 3 juara, yaitu
juara 2 senam heboh, juara fahmil Qur’an dan sangga teralay.
Ini
ceritaku, apa ceritamu ??
Aku dan
teman-teman..

Minggu, 01 April 2012
Sahabat Sejati Menjadikan Berprestasi
Hidup sendirian pasti tidak enak. Mempunyai masalah tidak ada
tempat curhat, ada beban dipikul sendiri, punya berita gembira tidak dapat
dibagi-bagi. Coba kalau ada sahabat, kesulitan tidak akan terlalu menyusahkan,
kebahagiaan akan bertambah ketika ada yang ikut bahagia. Tengoklah kiri kanan
pasti ada seseorang yang bisa kita gaet sebagai sahabat.
Bersahabat, kudu!
Sudah takdirnya manusia Allah ciptakan sebagai makhluk sosial kita
tidak mungkin hidup sendiri. Sahabat adalah contoh penting dalam rangka
kebutuhan kita terhadap manusia lain. Rasulullah SAW saja semasa hidupnya
hampir tidak pernah sendiri tanpa sahabat-sahabatnya. Sahabat beliau tidak
satu, tapi semua asshabiqunal
awwalun (generasi pertama
yang masuk islam) adalah sahabat beliau. Bisa kita bayangkan betapa Rasulullah
SAW sangat piawai membina hubungan pertemanan sehingga bisa mencapai derajat
persahabatan, yang tentunya tahap kasih sayang dan kecintaannya sering melebihi
cinta pada diri sendiri.
Sesama Jenis OK, Lain Jenis Nggak OK?
Untuk bisa mencapai tahap persahabatan, membutuhkan waktu dan
proses. Sikap tafahum, ta'awun, dan tafakul yang paling urgen dalam
persahabatan bisa muncul setelah beberapa lama kita ta'aruf (saling kenal)
dengan calon sahabat kita. Kebutuhan akan persahabatan biasanya lebih dominan
pada perempuan. Perempuan kental sekali dengan gelombang emosionalnya, sehingga
ia cenderung butuh tempat berbagi perasaan dan kasih sayang. Berbeda dengan
kaum pria, persahabatan tidak terlalu mengedepankan perasaan sehingga kalau di
antara mereka ada perbedaan prinsip atau pendapat tidak membuat persahabatan
mereka putus. Nah, jika memaksakan persahabatan antara laki-laki dan perempuan
biasanya tidak akan bertahan lama. Timbulnya perasaan lain seperti cinta,
cemburu, dan takut kehilangan seringkali merusak persahabatan.
Berani menerima perubahan
kalau kita mengartikan sebuah persahabatan adalah keakraban yang
tidak akan berubah oleh kondisi apapun, tentu saja salah. Hidup ini penuh
dengan kejutan dan perubahan. Terjadinya perubahan status, tempat, pendidikan,
pekerjaan, dan aktivitas kalau tidak diiringi dengan sikap lapang dada bisa
menggoyahkan persahabatan. Sebagai sahabat yang baik, tentu saja perubahan ke
arah perbaikan yang dialami oleh sahabat kita tidak boleh membuat kita sakit
hati dan kecewa. Setiap perubahan baru yang dialami seseorang pasti membutuhkan
waktu untuk diadaptasi. Yang paling penting adalah perintah Allah untuk
senantiasa bersabar dengan orang-orang yang senantiasa mengingat Allah, dan
jangan berpaling dari mereka hanya karena ingin mendapatkan keuntungan dunia
(QS. Al Kahfi : 28)
Sudahkah Menjadi Sahabat Sejati?
Dalam ayat di atas Allah juga mengingatkan kita untuk tidak
menjadikan sahabat orang-orang yang hatinya lalai, suka menuruti hawa nafsu,
dan kelakuannya sering melampaui batas. Seperti kata Rasulullah SAW
"seseorang itu menurut agama (aturan) temannya, maka telitilah terlebih
dahulu orang yang akan menjadi temanmu." Sahabat sejati bukanlah seseorang
yang manis di mulut dan membujuk pada hal-hal negatif. Orang bijak mengatakan,
sahabat sejati adalah teman yang mendegar dan mengerti ketika kita
mengungkapkan perasaan yang paling dalam. Ia memberikan dukungan ketika kita
sedang berjuang, ia tidak melihat dari fisik dan kekayaan. Ia mengoreksi kita
dengan lembut dan sayang ketika kita berbuat salah, dan ia memaafkan ketika
kita gagal. Jika kita belum punya sahabat seperti ini, berdoalah agar Allah
menganugerahkannya untuk kita.
Sahabat Dunia Akhirat
Kita bersahabat, tentu kita ingin agar persahabtan itu langgeng
sampai akhir hayat. Persahabatan Rasulullah dan sahabatnya bagus sekali untuk
kita contoh. Persahabatan mereka bukan hanya persahabatan di dunia, tetapi juga
berorientasi akhirat. Dalam kebaikan yang mereka persembahkan untuk sahabat
tercinta, mereka ingin hanya Allah lah yang tahu perbuatan baik mereka, bukan
sahabatnya. Sikap ini semakin menambah cinta antara mereka walaupun sudah
terpisah jauh, sehingga Rasulullah SAW mengatakan bahwa kelak di akhirat mereka
akan dikumpulkan bersama orang-orang yang dicintainya. Maka mencintailah karena
Allah, dan cintailah orang-orang yang mencintai Allah dan rasulNya, supaya kita
dapat berkumpul dengan mereka di surga.
sumber: majalah Annida no. 09/XIII/2004












